11 Apr 2012


Gempa 8,5 skala richter di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) membuat penghuni Rutan Sigli yang berada di pesisir pantai kocar kacir. Sedikitnya 53 narapidana belum kembali ke selnya.

"Di rutan Sigli, napi tidak masuk kembali sekitar 53 orang," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Aceh, Jauhar Fardin, dihubungi detikcom, Rabu (11/4/2012).
Jauhar menceritakan, ada 221 napi yang dievakuasi saat digoyang gempa karena rutannya dekat dengan pantai.

"Semua pegawai juga pada lari dan keluar. Setelah aman, yang tidak kembali 60 orang. Lalu setelah itu masuk satu, satu, satu jadi yang belum masuk 53 orang. Jadi belum tentu kabur," papar dia.


Menurut dia, pihak rutan bekerja sama dengan aparat kepolisian sudah melakukan pencarian. Kondis i di Sigli aman dan tidak terjadi tsunami.
"Tetapi kita sudah mulai kerahkan pencarian bersama Polres," ujar Jauhar.


Sedangkan pagar tembok Lapas Banda Aceh ambruk setelah digoyang gempa berkekuatan 8,5 skala richter itu. Meski gempa, Narapidana diminta tetap berada di selnya.

"Pagar tembok sepanjang 60 meter roboh. Itu pagar luar, bukan pagar di dalam. Tidak ada korban," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Aceh, Jauhar Fardin, dihubungi detikcom, Rabu (11/4/2012).

Menurut dia, narapidana di Banda Aceh tidak dikeluarkan karena lokasinya jauh dari laut.
Sumber: news.detik.com